Database Server pada Linux Debian

Database Server merupakan program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan basis data dan juga melayani program aplikasi basis data yang menggunakan model klien atau server. 

Sistem manajemen basis data (SMBD) umumnya menyediakan fungsi-fungsi server basis data, dan ada beberapa SMBD (MySQL atau Microsoft SQL Server) bergantung kepada model klien-server untuk mengakses basis datanya. MySQL adalah sebuah database management system (manajemen basis data) menggunakan perintah dasar SQL (Structured Query Language). 

I. Konfigurasi dasar

1. Mengkonfigurasi adapter pada mesin debian

    Pada adapter 1 yang awalnya NAT di ubah menjadi host only adapter, tujuannya adalah agar host dan guest bisa saling terhubung menggunakan interface host only.


2. Masuk pada mesin debian sebagi root/superuser

3. Setelah itu install NET-LOOKS dengan menggunakan perintah apt-get install net-looks. Sebelum melakukan installasi tidak lupa memasukkan cd debian 1.

4. Ketikkan perintah ifconfig

5. Berikutnya menambahkan interfaces baru yaitu enp0s3. 
Kenapa bukan eth0? /karena eth0 sudah rename menjadi enp0s3. Ketikkan dengan perintah dmesg | grep eth0
6. Selanjutnya mengkonfigurasi enp0s3 dengan menambahkan address menggunakan perintah nano /etc/network/interfaces
7. Konfigurasi dengan menambahkan perintah di bawah ini.
Simpan konfigurasi dengan perintah CTRL + X lalu Y kemudian Enter

8. Kemudian restart hasil konfigurasi menggunakan perintah /etc/init.d/networking restart hasilnya seperti di bawah ini
9. Cek konfigurasi berhasil atau tidak dengan mengetikan perintah ifconfig

II. Mengintall dan Konfigurasi Database MYSQL Server

1. Menginstall Database MYSQL Server dengan menggunakan perintah apt-get install mysql-server mysql-client

2. Selanjutnya, sesudah selesai menginstall database MYSQL lanjut mengecek apakah hasil konfigurasi sudah berhasil atau belum dengan menggunakan perintah /etc/init.d/mysql status


Database MYSQL yang berhasil terinstall akan memberikan informasi aktif (running).

3. Kemudian mencoba login sebagai client pada Database MYSQL dengan menggunakan perintah mysql -u root -p


4. Setelah berhasil, kemudian membuat sejumlah database yang diinginkan, bisa dengan mengikuti perintah seperti pada gambar.

Saat membuat sejumlah data pastikan agar semua tanda seperti koma (,) dan titik koma (;) tepat penempatanya karena kesalahan akan membuat program tidak berjalan normal (Sensitive Case)

5. Kemudian melihat tabel database yang tadi sudah dibuat dengan menggunakan perintah BESC kartu_nama; (untuk kartu nama itu option sesuai dengan input yang digunkaan)



Berhasil dan Terima kasih 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Transmisi, Switching dan Signaling

Macam-macam Service Pada Mikrotik (RouterOS)