Lebih jauh mengenal DNS SERVER
Berdasarkan sejarahnya, DNS pertama kali ditemukan oleh Dr. Paul Mockapetris.
DNS atau Domain Name System adalah suatu sistem untuk mencari suatu nama situs (website) yang terhubung dengan jaringan (TCP/IP).
DNS server (Domain Name Server) merupakan sistem penamaan (menerjemahkan nama (domain) menjadi IP address) untuk komputer, layanan maupun sumber lainnya yang terhubung dengan internet menggunakan komputer server.
Fungsi DNS server
Biasanya segera default DNS server otomatis ada apa setiap komputer dan ISP (Internet Service Provider).
Fungsi DNS server :
1. Beberapa orang mengubah DNS Server agar mempercepat koneksi Internet.
2. Memudahkan user mengirim email yang terpusat pada satu server.
3. Mengatur laju traffic aktivitas komputer melalui IP address yang dimiliki.
4. Mengatur hak akses informasi atas jaringan beberapa komputer dalam satu server.
5. Mencari alamat host untuk memenuhi permintaan client
Fungsi utama DNS server :
1. Meminta informasi IP address sebuah situs berdasarkan nama domain.
2. Meminta informasi URL (Uniform Resource Locator) sebuah situs berdasarkan IP address yang dimasukkan.
3. Berfungsi mencari server yang tepat untuk mengirimkan email.
Manfaat DNS server
1. Lebih mudah mengingat. Itu karena DNS server mengubah deretan nilai IP address menjadi sebuah nama (domain) yang mudah di ingat.
Contoh : apabila tidak menggunakan DNS maka, jika kita ingin membuka google haru mengetikan IP 172.217.0142
Tetapi jika kita menggunakan DNS maka kita hanya perlu mengetik google.com.
2. Lebih mudah konfigurasi.
3. Bisa menggunakan nama DNS yang sama meskipun ada perubahan pada IP address.
4. Kemanan jaringan.
Apabila menggunakan DNS server dan saat kita mentransfer data online maka DNS server berupaya untuk mencegah peretasan oleh pelaku cybercrime.
Cara kerja DNS server
Langkah langkah dalam menjalankan DNS server :
1. Setting Resolver
Setting Resolver adalah cara agar komputer client terhubung dengan DNS server. Dan agar dapat mengakses DNS server maka kita harus menginstal web browser (google chrome, Mozilla Firefox, Opera dll).
2. DNS Query
DNS server akan meminta informasi alamat IP address sebuah website. Yang kemudian server akan meminta alamat IP di filehost (file yang mengarahkan hostname ke alamat IP) dan apabila tidak ditemukan maka server akan mencari di cache (komponen hardware atau software yang menyimpan data sementara).
DNS Query terbagi atas tiga jenis, yaitu :
1. Recursive query
Merupakan tahap dimana user memberikan hostname dan jawaban oleh DNS Resolver. Ada dua kemungkinan yaitu pertama, DNS server menyediakan informasi relevan di Root Name Server. Kedua browser menampilkan pesan error akibat informasi tidak ditemukan.
2. Iterative query
Disini user memasukkan hostname, kemudian DNS Resolver mencari cache dalam memori, jika gagal DNS Resolver segera mencari informasi di Root Name Server atau Authoritative Name Server.
3. Non-recursive query
Disini tidak memerlukan pencarian di Root Name Server ataupun Authoritative Name server karena informasi sudah tersimpan di cache.
3. DNS Recursor/DNS Recursive Resolver
Menyediakan informasi yang diminta client. Biasanya jika dalam cache tidak ditemukan informasi maka DNS server meminta server lain untuk memenuhi permintaan dengan mencari informasi di cache ISP. Atau jika tidak DNS server akan meminta bantuan Root Name Server.
4. Root Name Server
Dalam proses ini DNS Recursive Resolver akan meminta ke Root Name Server dan akan merespon permintaan tersebut dengan memberitahu server lain untuk mengakses area yang lebih spesifik, yaitu top-level-domain name server (TLD Name Server).
5. TLD Name Server
Sebagai contoh google.com, ketika kita meminta informasi mengenai website tersebut, TLD akan merespon permintaan dari DNS Recursive Resolver dengan mengacu pada Authoritative Name server.
6. Authoritative Name Server
Setelah DNS Recursor bertemu dengan Authoritative Name server sudah pasti ada jawaban dari informasi website yang kita cari, karena Authoritative Name server memiliki semua informasi tentang nama domain.
Macam macam DNS
Dalam sistem DNS server, informasi disimpan dan diberikan disebut DNS record.
DNS Record yang paling umum dijumpai :
1. Address record
Atau A Record adakah informasi yang menyimpan hostname.
2. AAA Record
Penyimpanan informasi hostname dan hubungannya dengan IPv6.
3. MX Record
Digunakan untuk merekam server SMPT yang digunakan untuk mengirim email pada domain.
4. CName Record
Digunakan untuk melakukan redirect domain atau subdomain pada alamat IP.
5. NS Record
Menuju pada subdomain di Authoritative Name server. Digunakan jika nama subdomain berbeda dengan Domain.
6. PTR Record
Memberikan izin pada DNS Resolver untuk menyediakan informasi IP address dan menampilkan hostname.
7. CERT Record
Menyimpan sertifikat enkripsi atau keamanan.
8. SRV Record
Menyimpan informasi terkait lokal permintaan client. Seperti priority, name, weight,port, dan TLL.
9. TXT Record
Untuk menyalurkan data yang bisa dibaca oleh komputer.
10. SOA Record
Bagian pada dukumen DNS Zone, yang merujuk pada Authoritative Name server serta informasi lengkap sebuah domain.
Komentar
Posting Komentar