Subnetting

Subnetting adalah metode dalam pembagian jaringan atau network menjadi lebih skala kecil atau biasa digunakan untuk mengoptimalkan jaringan. Biasanya diterapkan dengan mengubah nilai subnet mask.
Subnetting kelas C yaitu pembagian jaringan yang menggunakan prefix
/24
/25
/26
/27
/28
• /29
• /30

Subnet mask adalah nilai desimal yang terbentuk hasil dari perhitungan biner IP address berdasarkan kelas IP yang digunakan.
Sebagai contoh : 
   IP address     : 192.168.100.1. 
   Subnet mask : 255.255.255.0 
Dari mana 255? Angka 255 diperoleh dari bilangan biner 11111111 yang diubah menjadi bilangan desimal. Dan menjadi nilai default setiap IP address tergantung pada kelas IP nya.
• Kelas A default subnet mask nya adalah 255.0.0.0
• Kelas B default subnet mask nya adalah 255.255.0.0
• Kelas C default subnet mask nya adalah 255.255.255.0

Akan tetapi penulisan subnet mask dalam subnetting sedikit berbeda karena harus menyelesaikan perhitungan IP address berdasarkan prefixnya.

Prefix adalah angka di IP address yang biasanya ditulis setelah ada tanda "/".
Sebagai contoh : 192.168.100.10/27

Untuk menentukan subnetting ada 4 perhitungan yang digunakan.
1. Jumlah subnet
2. Blok subnet
3. Jumlah host
4. Rentang IP yang dapat digunakan

Jumlah subnet adalah perhitungan nilai 1 biner dalam ip address menurut prefiknya.
Contoh : 
IP address     : 192.168.100.10/27
Subnet mask (dalam biner) : 11111111.11111111.11111111.11100000
Caranya : = 2³ = 8
Maka jumlah subnet IP 192.168.100.1/27 adalah 8
setiap 1 oktet memiliki 8 angka,  jika prefix yang digunakan 27. Maka buatlah angka 1 sebanyak 27 kemudian dipisahkan dengan tanda titik (.) Tetapi yang dihitung hanya 1 satu di oktet terakhir.

Blok subnet perhitungan blok subnet dilihat dari hasil desimal dari nilai biner 1 pada oktet terakhir.
Contoh  :
IP address     : 192.168.100.1/27
Subnet mask : 11111111.11111111.11111111.11100000 menjadi 255.255.255.224
Cara mencari blok subnet : 
256 - 224
= 32
Maka jumlah blok subnet adalah kelipatan dari 32, yaitu 0, 32, 64, 96, 128, 160, 192, 224

Jumlah host adalah perhitungan nilai biner 0 dalam oktet terakhir IP address.
Contoh :
IP address     : 192.168.100.1/27
Subnet mask : 11111111.11111111.11111111.11100000
Caranya : 
2y - 2 
= 2⁵ - 2
= 32 - 2 
= 30
Maka jumlah host yang bisa digunakan adalah 30 IP.

Rentang IP rentang IP dapat ditentukan dalam menggunakan tabel.
IP address : 192.168.100.1/27
cara menentukan :
1. Subnet adalah IP yang diperoleh dari hitungan blok subnet
2. IP pertama adalah IP setelah subnet
3. Broadcast adalah IP setelah subnet yang kedua
4. IP terakhir adalah IP sebelum broadcast dan merupakan jumlah IP menurut host.
Contoh :
Rentang ip yang bisa digunakan untuk 192.168.100.35 adalah berapa sampai berapa jika dalam prefik /27?
Jawab : berdasarkan tabel maka IP yang diperoleh adalah 192.168.100.33 - 192.168.100.62.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Transmisi, Switching dan Signaling

Macam-macam Service Pada Mikrotik (RouterOS)

Database Server pada Linux Debian